Sejak Geonado mengakhiri ciuman, sekitar sepuluh menit lalu, keheningan pun dimulai. Tak ada yang mengeluarkan sepatah kata. Hanya memandang dalam diam. Kontak mata masih sesekali dilakukan dengan durasi waktu yang hampir lima menit. Dan, Varlotta memilih menjadi pihak pertama memutus. Lama bersitatap tak akan bagi kewarasannya. Arah pandangan lebih tertuju ke bibir Geonado, ia diingatkan akan cumbuan panas pria itu. Bahkan hingga detik ini masih terbayang-bayang. Dan, tidak akan mungkin bisa dilupakan sampai kapanpun. Konfirmasi tentu wajib dilakukan. Sudah disusunnya beberapa kalimat tanya di dalam kepalanya. Tinggal dilontarkan saja. Tak akan langsung menyadar, ia telah memiliki topik basa-basi sebagai umpannya. "Kau tidak pergi? Aku rasa kau akan datang terlambat ke klub jika tidak

