18 - Ego Varlo

1013 Words

Beradu pandang dengan sang kakak dalam jangka waktu lama bukan sesuatu hal sulit untuk Varlotta. Ia justru menajamkan tatapan guna memberikan penegasan lebih nyata akan ucapannya tadi. Dan, belum ingin diberikan tanggapan untuk perkataan kakak sulungnya itu. Karena, tak sesuai keinginan. "Ucapan terima kasihmu diterima, Adikku. Tapi, aku tidak bisa berhenti memberikan perhatianku sampai kapanpun. Kau adalah adik satu-satunya yang aku miliki. Jadi, aku punya tugas menjaga dan melindungimu. Ya, minimal sampai kau menemukan pria tepat menjadi pasanganmu kelak, Varlotta." "Pikirkan ulang dulu permintaanmu tadi. Aku akan anggap kau hanya bercanda saja. Kau memanglah pandai membuatku terkejut. Kau pintar berakting." Varlotta berdecak. "Kakakku yang pintar, kau pasti tahu aku sedang bercanda a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD