Tengah malam Satya terbangun dari tidurnya tangannya yang tadi memeluk Vania ternyata berganti dengan guling.
"Sayang...sa..kamu dimana sayang?"panggil Satya.
Beranjak dari kamar tidur Satya mencari ke kamar mandi tapi tak ada sosok Vania ,berjalan ke dapur ke depan tetap tak menemukan Vania.
Satya menghubungi Vania tapi yang menjawab hanya operator tidak aktif.
"Kamu kemana sayang"ia mengacak rambutnya frustasi.
Satya memakai bajunya dan pulang saat itu juga dengan pikiran yang kacau karena Vania tiba tiba meninggalkannya tanpa pesan.
***************
Vania mengemasi barang barangnya sepulang dari apartemen.Ya dia akan pindah ke Jogja.Rupanya Vania sudah mempersiapkan ini sebulan yang lalu dia mengajukan resign sebulan yang lalu dan akan pindah ke Jogja dia akan bekerja disana diajak oleh salah satu pelanggan tetapnya di cafe untuk bekerja di hotel Jogja.
Sebulan yang lalu
"Siang pak Hadi selamat datang kembali hari ini bapak mau pesen menu apa seperti biasa atau mau yang lain pak?"
"Siang juga Vania saya pesen biasanya aja".
"Mm..baik pak mohon ditunggu sebentar ya".
"Oh ya Van kamu kerja disini sudah berapa lama,selama saya disini kamu yang selalu melayani saya dengan baik disini pelayanannya memang bagus anak anaknya saya liat juga rajin dan semangat,saya punya hotel di Jogja Van,saya sering mengunjungi resto ataupun cafe untuk belajar bagaimana cara memberikan pelayanan yang baik untuk tamu salah satunya ya disini cafe yang cukup ramai dengan pelayanan yang sangat baik".
"Terima kasih pak atas pujian bapak kepada kami,disini memang mengutamakan kepuasan para tamu dengan memberikan pelayanan yang baik selain makanan dan minuman yang enak pak,owner kami juga sangat baik sama karyawan juga seperti teman saudara jadi kami selalu kompak memberikan yang terbaik juga".
"Begini Van kebetulan di Jogja saya lagi butuh beberapa karyawan karena hotel abis direnovasi dan sekarang lebih luas areanya jadi saya juga masih membuka lowongan saya secara pribadi menawarkan kamu pekerjaan kebetulan receptionist saya kemarin cuti melahirkan dan katanya mungkin sekalian resign karena baru mendapatkan momongan setelah sekian lama berumah tangga.Misalnya kamu berminat kamu bisa hubungi saya,ini kartu nama saya.
"Terima kasih ya pak Hadi nanti saya pikir pikir dulu".
"I'ts ok santai aja nggak usah buru buru ambil keputusan saya hanya menawarkan ke kamu Van karena saya taunya ya kamu disini".
"Baik pak kalo begitu saya tinggal dulu ya mohon ditunggu pesanannya terima kasih untuk tawarannya ya pak Hadi".
Vania kembali bekerja sambil memikirkan tawaran pak Hadi.Ia berfikir mungkin ini jalan yang diberikan Tuhan untuk bisa lepas dari Satya dan tidak merasakan sakit hati terlalu lama.
Seminggu berlalu setelah melalui pemikiran yang panjang akhirnya Vania menghubungi pak Hadi bahwa ia akan menerima tawaran kerja di Jogja.Vania mendial nomor pak Hadi.
"Halo selamat siang dengan pak Hadi?"
"Iya halo selamat siang,ini dari mana ya?"tersengar jawaban dari seberang.
"Maaf pak ini saya Vania".
"Oh ya Van gimana ada yang bisa saya bantu"?
"Mmm....begini pak setelah saya pikir pikir saya mau pak menerima tawaran kerja dari bapak tapi saya minta waktu sebulan ya pak kan saya harus resign dulu baru bisa keluar".
"Iya Van saya ngerti memang prosedurnya kan seperti itu nggak boleh langsung keluar tanpa alasan,ok saya kasih waktu kamu sebulan nanti hubungi saya lagi saat kamu sudah free".
"Baik pak terima kasih banyak"Vania memutus sambungan teleponnya.
Dalam waktu sebulan ini Vania banyak berfikir untuk bisa menghindar dari Satya ,jujur dalam hati sebenarnya dia berat meninggalkan Satya,cintanya pada Satya begitu besar apa ia sanggup menjalani hari harinya jauh dari Satya.
Tapi ini adalah jalan yang terbaik untuk aku dan mas Satya aku nggak mau merusak rumah tangga mas Satya meskipun aku sangat mencintai mas Satya.Dia juga nggak boleh tau kalo aku pindah ke Jogja.
*****************
Pulang dari apartemen Vania berkemas sambil dibantu Dinda besok pagi sekali ia akan berangkat dengan kereta paling pagi.
"Kamu yakin Van mau pindah ninggalin Satya bukannya kamu cinta bamget sama dia",tanya Dinda.
Dinda satu satunya orang yang tahu semua tentang Vania termasuk hubungannya dengan Satya.Termasuk kepindahannya ke Jogja.
"Sebenarnya aku juga berat Din kalo jauh dari mas Satya kamu tahu kan aku sayang banget sama dia mas Satya orangnya baik banget,tapi gimana lagi melihat dia bersama istrinya hatiku sangat sakit Din aku belum sanggup terima semua ini,mungkin jika aku jauh dari mas Satya aku akan lebih fokus bekerja dan bisa lupain mas Satya".
"Ya sudah kalo itu jadi keputusan kamu yang penting disana kamu jaga diri baik baik ya siapa tahu mungkin disana kamu menemukan orang yang lebih baik dari Satya".
"Amin makasih ya Din aku sangat bersyukur bisa kenal sama kamu jangan lupaain ku ya Din aku akan sering hubungi kamu karena kamu udah aku anggap seperti saudara ku sendiri".
Mereka menangis berpelukan enggan untuk meninggalkan satu sama lain.
"Sudah sekarang kamu istirahat besok pagi banget kan harus berangkat".
"Iya Din makasih ya udah bantuin".
Dinda tersenyum mengangguk kemudian meninggalkan Vania dan kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya Vania sudah siap dengan koper dan tasnya,pesanan ojek online nya juga sudah menunggu di depan kos.Tak banyak yang ia bawa hanya baju sebagian dan beberapa barang yang penting karena Vania sudah berpesan pada Dinda untuk mengirim lewat jasa paket saja biar nggak terlalu ribet.
Vania berangkat dengan hati yang gundah,karena ia meninggalkan Satya tanpa pamit.
"Maafkan aku ya mas aku harus pergi semoga kamu bahagia bersama keluarga kamu aku selalu sayang kamu mas",batin Vania bermonolog.
Vania pun berangkat menuju stasiun.
Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya Vania sampai di Jogja.Ia menghubungi pak Hadi dan disuruh menunggu karena akan dijemput oleh pihak hotel.
Sampai di hotel Vania terpana melihat bangunan megah yang ada di depannya.Sebuah hotel yang tidak terlalu tinggi namun sangat luas suasananya pun menyenangkan tempatnya bagus dan strategis banyak pepohonan di area parkir dan taman menambah kesan asri.
Petugas mengantar Vania keruangan pak Hadi.
Setelah sampai petugas tersebut undur diri.
Vania mengetuk pintu ruangan pak Hadi.
Tok..tok...
"Masuk ",sahut pak Hadi dari dalam ruangan.
"Selamat siang pak Hadi"Vania masuk dengan menundukkan kepalanya.
"Siang juga Vania ayo silakan duduk,gimana perjalanannya capek?"
"Emm...lumayan pak",jawab Vania.
"Nanti akan ada Hani yang akan jelaskan job discription pekerjaan kamu dan kamu masuk kerja lusa aja kasian kamu masih capek.Disini ada mess juga bangunannya ada di sebelah hotel tapi diluar area hotel misalnya kamu mau tinggal bareng karyawan lain silahkan atau mungkin mau kos sendiri juga silakan terserah kamu aja nanti kamu bisa tanya tanya sama Hani".
Pak Hadi mendial telepon intercomnya lima menit kemudian ada seorang wanita masuk ruangan pak Hadi.
"Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu"?
"Iya Hani ini Vania karyawan baru kita yang kemarin aku ceritakan tolong kamu jelaskan ya job discriptionnya apa lalu kalau sudah selesai biarkan Vania istirahat lusa baru dia bisa bekerja".
"Baik pak mari mbak Vania silahkan ikuti saya" Hani mohon ijin keluar terlebih dahulu disusul Vania.
"Kalo begitu saya sekalian pamit ya pak Hadi sekali lagi terima kasih sudah mau menerima saya disini".
"Iya sama sama Van".
Vania mengekori Hani turun ke lantai satu.
"Mbak Vania sebelumnya kerja dimana"?tanya Hani membuka pembicaraan.
"Emm...saya kerja di Surabaya mbak hampir 4 tahunan".
"Trus kenal pak Hadi darimana mbak Vania itu beruntung lo bisa langsung diterima kerja disini atas rekomendasi pak Hadi langsung,padahal dulu mbak masuk hotel ini seleksinya ketat banget hotel ini juga masih baru mbak masih sekitar 2 tahun tapi cukup ramai dan selalu penuh apalagi kalo weekend saya aja kadang sampek lembur mbak".
"Kebetulan pak Hadi itu dulu salah satu pelanggan tetap di tempat kerja mbak dan saya cukup akrab dengan pak Hadi beliau selalu tanya tanya tentang pekerjaan trus sistem operasional juga mungkin dia juga belajar membandingkan mbak kata pak Hadi beliau juga suka berkuliner dan mengamati kinerja pekerja di setiap tempat yang beliau kunjungi salah satunya cafale tempat saya bekerja yang kata beliau selain konsep,makanan dan pelayanannya pun bagus".
"Ooo...gitu ya mbak,pak Hadi orangnya baik banget sama karyawan juga royal nggak pelit hak hak kami juga dipenuhi makanya kami betah kerja disini".
"Iya mbak emang pak Hadi sangat baik makanya saya sangat beruntung bisa ditawarin kerja disini langsung tanpa ikut seleksi".
Setelah sampai di lantai yang dituju Vania dibawa ke ruangan HRD kemudian diberikan penjelasan tentang apa saja tugasnya nanti karena pesan pak Hadi tadi agar Vania mulai bekerja lusa maka dari itu Vania diberikan buku untuk pembekalan agar bisa ia pelajari dirumah.Setelah semuanya selesai perkenalan dengan bagian HRD dan front desk tempat Vania nanti ditempatkan Vania undur diri setelah sebelumnya bertanya pada Hani dimana kosan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel Hani pun menuliskan alamat pada secarik kertas kemudian diberikan kepada Vania.
"Mbak Hani makasih banget ya kalo begitu saya pamit dulu.