Kekesalan

1263 Words
Sebulan berlalu namun Satya tak bisa menemukan Vania begitu pun Pak Cakra tak dapat menemukan keberadaan Vania . Satya semakin frustasi membuat ia tidak memperdulikan keluarganya termasuk Vivi. Vivi yang diperlakukan seperti itu pun akhirnya jengah ia menyibukkan diri di butiknya dan mengikuti berbagai macam pameran dan peragaan busana. Kadang ia juga tidak pulang kerumah Kevin ia titipkan pada kedua orang tuanya karena mereka memang ingin selalu dekat dengan Kevin. Vivi merasa tidak dihargai sebagai seorang istri karena ia sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik tapi Satya tidak pernah membuka hati untuknya. Sampai ia merasa kesal kenapa dulu ia mau menerima perjodohan ini yang akibatnya sekarang seperti ini meskipun ada Kevin diantara mereka tapi tetap tidak mengubah hati Satya. Vivi berniat mencari perempuan yang sudah menghamcurkan rumah tangganya dengan Satya tapi ia tak punya petunjuk apapun tentang Vania bahkan foto Vania pun tak punya. Tapi bukan Vivi namanya jika tak punya akal licik. Malam ini Satya pulang kerumah disambut dengan Vivi yang pura pura bersikap manis. "Udah pulang mas tumben jam segini udah pulang,biasanya kan malem baru nyampe rumah"sapa Vivi dan mengambil tas yang dibawa Satya. "Aku capek mau istirahat"Satya berlalu menuju kamarnya. Saat Satya sedang membersihkan diri di kamar mandi kesempatan ini digunakan untuk Vivi mengotak atik ponsel Satya ia mencari foto Vania di gallery untung saja Satya tidak mengunci ponselnya dengan sandi. Akhirnya setelah berkutat dengan ponsel ia menemukan foto seorang wanita yang berfoto bersama Satya ia ambil beberapa kemudian mengirimkannya ke ponselnya.Setelah itu buru buru ia hapus untuk menghilangkan jejak. Vivi mengecek ponselnya dan mendapati foto itu masuk ke ponselnya,kemudian ia mengamati foto tersebut. Dalam hati ia bergumam " sepertinya aku pernah bertemu dengan wanita ini tapi dimana ya aku lupa". Setelah lama mengingat ingat akhirnya ia ingat ternyata ia pernah bertemu dengan wanita itu di mini market waktu itu.Kemudian ia menghubungi seorang pegawainya dan mengirimkan foto Satya bersama wanita itu.Pegawai Vivi pernah melihat Satya bersama wanita lain waktu itu lagi jalan di mall. Dan pegawai Vivi itu pun mengiyakan bahwa memang benar jika wanita yang ada di foto itu adalah yang bersama Satya waktu itu. Vivi menghubungi seseorang,"Halo aku butuh bantuan kamu cari seseorang nanti aku akan kirim fotonya cari sampai dapat aku nggak mau tahu kemanapun gimanapun caranya". Dengan senyum liciknya Vivi mengembalikan ponsel Satya ke tempat semula dan berlalu meninggalkan kamar . Malam ini Vivi bermalam di rumah orang tuanya. *************** Vania menjalani pekerjaannya dengan serius dan tekun pak Hadi sangat suka dengan kinerja Vania hotelnya juga semakin ramai pengunjung. Banyak karyawan laki laki yang coba mendekati Vania namun tak satupun yang bisa membuka hatinya. Hati Vania seolah tertutup untuk laki laki lain ia masih belum bisa melupakan Satya. Meskipun merasa kesepian tapi Vania lebih tenang karena ia sudah membuat keputusan yang tepat untuk meninggalkan Satya meskipun dalam hati ia sepenuhnya belum mampu melupakan Satya. Di waktu senggang atau libur dia gunakan untuk keluar bersama teman temannya untuk mengusir kesedihannya. Di lain tempat Vivi yang berada di butiknya tampak sedang menghubungi seseorang. "Bagaimana apa ada informasi tentang wanita itu ,temukan segera aku mau secepatnya". Setelah menutup ponselnya Vivi kemudian meningglkan butik untuk bertemu dengan teman sosialitanya. Ada rasa marah dengan Satya tapi ia juga tak bisa melakukan apa apa Satya semakin dingin terhadapnya itu yang membuat Vivi seolah menjadi istri yang tak dianggap.Apa yang kurang dari seorang Vivi wanita kaya raya cantik mandiri elegan semua laki laki tidak akan mampu menolak pesona Vivi tapi dengan Satya tak sedikitpun Satya menaruh rasa apalagi cinta. Padahal Vivi sudah mulai belajar untuk menerima perjodohan dan mencintai Satya melupakan sosok Hendra tapi tetap hati Satya bukan untuknya. Dia bertekad untuk menemukan wanita yang sudah membuat Satya lupa dengan keluarganya. Seminggu kemudian "Selamat siang bu,saya ada kabar baik untuk ibu",suara orang suruhan Vivi melalui sambungan telepon. "Ada kabar apa cepat bilang",sahut Vivi. "Saya sudah menemukan wanita yang ada di foto kemarin bu,melalui orang orang suruhan saya yang tersebar di beberapa kota wanita itu sekarang tinggal di Jogja nanti saya akan kirim alamatnya sama ibu". "Bagus,hmm...ok nanti saya akan hubungi kamu untuk tindakan selanjutnya terus awasi dia jangan sampai lolos mengerti?" "Baik bu saya tunggu perintah dari ibu selanjutnya",laki laki itu menutup teleponnya. Vivi tersenyum licik,"tunggu hadiah dari saya wanita". "Seperti ada yang ngikutin aku tapi siapa ya..",batin Vania saat pulang dari hotel tempat ia bekerja. Vania mempercepat langkahnya menuju kosan.Ada dua orang pria yang mencurigakan yang sepertinya mengikutinya,kebetulan jalanan lumayan sepi karena jam menunjukkan waktu hampir jam 11 malam,biasanya Vania pulang bersama teman yang lainnya tapi malam ini ia harus pulang sendiri karena teman se kosannya sedang off. Vania berjalan sambil sedikit berlari padahal ia menggunakan hells karena jarak antara kosan dan hotel lumayan dekat jadi ia memakai seragam langsung dari rumah sekaligus sepatu kerjanya,ia sedikit kesulitan berlari karena heelsnya belum lagi rasa nyeri yang harus ia tahan namun saat ini tak ia hiraukan pikirannya hanya ingin cepat sampai kosan. Dengan sekuat tenaga ia berlari sambil menoleh kebelakang yang masih di ikuti oleh dua orang pria tak dikenal. Tinggal empat rumah lagi ia akan sampai di kosan,dengan menambah kecepatan akhirnya ia sampai di gerbang kos dan langsung menutup pintu kemudian berlari masuk. Dua orang pria itu tampak menghubungi seseorang. "Halo bos kami sudah menemukan tempat tinggalnya sepertinya ia tinggal di kosan". "Hmmm...bagus terus awasi dia kemanapun ia pergi dengan siapapun kamu laporkan ke saya,tunggu perintah selanjutnya",titah Vivi. Ya kedua pria itu adalah orang suruhan Vivi. "Baik bos siap laksanakan",pria itupun menutup sambungan teleponnya. Pagi ini Vania libur ia berencana pergi mengunjungi tempat tempat wisata untuk mengisi liburannya,bersama teman teman yang juga sedang libur dari pagi ia sudah mempersiapkan diri membawa apa saja yang perlu ia bawa. Ketukan pintu kamarnya sejenak menghentikan aktifitasnya. "Tok...tok..Van udah siap belum keburu siang nih",suara Adel dari balik pintu. "Iya del udah nih bentar aku keluar",sahut Vania. "Oke kalo gitu aku tunggu diluar ya". "Siap 86 Del". Sepuluh menit kemudian Vania keluar dari kamar dan menuju teras kosan. Tempat kos Vania ini seperti rumah cukup nyaman apalagi dengan lingkungan yang asri dan halaman yang cukup luas dengan nuansa khas Jogja kental dengan budaya Jawa nya. Pemilik kosan pun sangat ramah dan baik bahkan menganggap penghuni kos seperti keluarga meskipun tidak tinggal serumah dengan pemilik kos tapi jarak dengan rumahnya hanya dua rumah,kosan Vania sendiri terdapat 10 kamar lima dibawah dan lima diatas semuanya perempuan karena memang kosan ini dikhususkan untuk perempuan saja. Di luar Adel tampak menghubungi seseorang,dengan wajah yang sedikit emosi ia tampak memarahi orang yang dihubunginya via ponselnya. "Gimana sih kita disini udah nunggu setengah jam nanti kalo telat kita nggak bisa keliling tempat yang lain,kemarin kan aku sudah bilang sama kamu kalo kita berangkat pagi biar bisa liat sunrise,pokoknya cepetan...heuh". "Kenapa Del kok emosi gitu temen yang lain udah ready kan?",tanya Vania. "Makanya itu aku tadi marah marahin si Tio kemarin dia bilang sendiri mau berangkat subuh ini dah jam berapa jam setengah enam kalo kayak gini gimana kita bisa liat sunrise di pantai". "Trus Tio nya giman"? "Baru bangun katanya tadi sebel banget nggak tuh kita udah nungguin dari tadi e...sopirnya malah kesiangan,bikin jengkel kan"gerutu Adel. "Udah gak papa Del kita tunggu aja". Orang suruhan Vivi tidak tahu kalau Vania akan keluar pagi ini,setelah Vania dan teman temannya berangkat dua jam kemudian mereka sampai di kosan Vania. Menunggu lama di seberang jalan di warung mereka tak melihat penghuni kos keluar hingga hari menjelang sore mereka pun akhirnya memilih pulang. "Boss hari ini perempuan itu tak nampak keluar kosan seharian kami tunggu tapi sepi". "Besok kalian kembali lagi awasi dan tunggu perintah dari saya akan ada hadiah buat perempuan itu",Vivi berseringai dan menutup panggilannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD