Elvern tersentak sedikit ketika matanya terbuka dalam kegelapan. Mendecak sebal sebab sesi rehatnya terganggu oleh getaran yang dia dapatkan dari ponselnya. Pria itu mencoba untuk menstabilkan pandangannya terlebih dahulu agar dia benar-benar berada dalam posisi terjaga dan siap untuk diajak bicara. Dirasa cukup lantas pria itu meraih ponselnya. “Apa kabar?” Suara sang adik Tyrion menyambangi telinganya bahkan sebelum dia menyapa. “Ada apa?” Elvern bertanya, suaranya terdengar monoton. Tyrion tertawa. “Nah ada apa denganmu? Apa kau memutuskan untuk tidak menanyakan apapun padaku setelah apa yang telah aku lakukan selama sepekan mengemban tugas aneh yang kau timpakan padaku secara tiba-tiba?” Elvern tetap diam di sambungan telepon, tapi Tyrion bisa menebak bila kakaknya pasti sudah

