Aku perlahan mulai tersadarkan, kedua mata terbuka dan hal pertama yang aku saksikan adalah sebuah cahaya putih buram diatas sana. Sensasi berikutnya yang mulai aku rasakan adalah sakit, sedemikian mengerikan di setiap inchi tubuhku. Apa yang aku ingat terakhir kali adalah sensasi mencekam ketika pedang ditodongkan ketubuhku saat aku berusaha melindungi Elvern yang melemah. Elvern sudah melindungiku dari kejatuhan batu bata, dan aku pikir aku bisa melakukan hal yang serupa meskipun sepertinya tidak ada guna. Aku gagal mengingat apapun lagi setelahnya meski ada bayang Nana yang terekam namun apa yang selanjutnya terjadi aku tidak begitu ingat. “Dimana Elvern?” tanyaku saat aku berusaha untuk menetralisir semua hal didalam diriku. Aku mulai beranjak untuk bangun, meskipun ternyata cukup su
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


