Aku tertawa kecil pada tingkah Idril saat dia terlihat sedikit tergesa-gesa menyaring gantungan baju didepan kami. “Tenanglah sepupu, butik ini tidak akan pergi kemana-mana,” “Aku benci jika teman-temanku mendapatkan gaun yang lebih baik dari milikku. Aku iri dengan tubuh dan juga wajah mereka, ugh! Ini mengesalkan sekali,” canda Idril yang terlihat begitu berapi-api. Aku tertawa mendengar celotehannya yang kuanggap sebagai bentuk dari ketidakmampuannya untuk bersanding bersama rekan modelnya yang lain. Aku melangkah mundur dari rak yang berisi gaun-gaun yang menurutku semuanya indah. Aku tidak perlu repot untuk mencari detail, memilih sambil menutup mata saja aku merasa sudah sangat beruntung untuk mendapatkan salah satunya. “Kesini kau Haleth, aku tahu kalau kau itu sudah cantik seca

