Savior

2284 Words

“Tapi biarpun b******k setidaknya Elvern masih punya sisi bagus.” Aku melanjutkan kata-kataku sendiri. Membuat tanganku mengepal sebagai bentuk dari serangan yang barangkali akan aku berikan pada si perempuan yang terus berkelakar dan menghalangiku. “Aku tidak mau memahami motif keberadaanmu disini. Yang aku butuhkan sekarang adalah kau enyah dan tak lagi menghalangi seperti ini.” “Aku tidak bisa pergi dari sini, karena dia ingin aku begini. Keinginannya adalah keinginanku juga.” Sebenarnya dia ingin melukaiku atau sedang curhat? Ini kondisi genting mengapa dia terus saja mengatakan sesuatu yang tidak aku mau tahu. “Terserah. Memang apa bagusnya? Apa kau benar-benar mengartikan cinta sebagai sebuah p********n? Apakah itu caranya menunjukan bahwa kau dicintai?” Aku menatap dalam-dalam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD