Elvern? bukankah baru saja aku mendengar pria asing ini menyebut namanya? Seketika seluruh kewaspadaanku sedikit menurun kadarnya. Aku membeku selama satu detik sebelum kemudian melirik kearah Idril yang masih ada disini. Aku rasa pembicaraan ini akan sedikit lebih serius dan aku berpikir untuk tidak melibatkan sepupuku kedalamnya. “Apakah ini artinya aku harus membiarkanmu dan si cute ini berdua saja? kurasa ada beberapa permasalahan yang harus kau selesaikan.” Aku tidak tahu darimana Idril mendapatkan kepekaan itu. Namun disatu sisi aku sangat bersyukur memiliki sepupu yang cukup inisiatif dalam kondisi ini. Mungkinkah dia melihat kegelisahanku? “Terimakasih karena sudah sangat peka dan memberiku waktu sepupu, aku akan memastikan bicara dengannya sebentar secara pribadi,” ujarku menc

