Pengharapan yang Mustahil

2155 Words

Pukul lima, itu artinya jam tutup toko. Aku segera berbenah untuk membereskan beberapa hal sebelum meninggalkan toko dalam keadaan aman. Segalanya seperti biasa sampai kemudian telepon toko berdering. Kupikir itu mungkin saja Elvern yang sedang usil menggodaiku. Maka aku bergegas menuju kearah konter untuk mengangkat telepon masuk tersebut. “Halo?” Sapaku agak riang lebih dari biasanya karena aku punya spekulasi bahwa ini adalah Elvern. “Halo.” Tapi sepertinya aku salah mengira lantaran suaranya jelas berbeda. Memang laki-laki tapi kali ini lebih tipe-tipe pria yang memiliki aura misterius. “Apakah benar ini dengan Haletiana Florist?” Dia berujar lagi dan kontan aku langsung mengubah cara bicaraku menjadi lebih professional hanya dalam waktu sedetik setelah aku menyadarinya. “Ya, bet

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD