Brutal

3103 Words

Aku berjalan sedikit gugup dibelakang Idril yang tidak henti bicara soal kedatangan Dokter Raulin saat kami sedang makan beberapa saat yang lalu. Tidak ada kesan riang dan hal-hal lainnya. Pikiranku tertambat pada si sialan Elvern. Dia membuat aku benar-benar teralihkan oleh semua hal disekitarku sejak dia mengirimiku pesan seperti itu. seenaknya. “Hei Haleth, aku sedang bicara denganmu loh. Kau yakin kau baik-baik saja?” aku sempat melompat mendengar perkataan Idril. Buru-buru mengganti rupaku dengan sebuah sunggingan senyum yang aku pikir cukup untuk mengelabui sepupu cerewetku itu barang sejenak. Aku bahkan tidak tahu topi kapa lagi yang sedang dia bicarakan denganku. Toh bicara dengannya tidak memuat satu topik yang sama untuk satu durasi tertentu. “Ya, aku baik,” “Tapi kau kuper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD