"Sayang. Boleh bicara sesuatu?" tanya Gerald. Laki-laki itu menutup laptopnya, dan menghampiri Naura yang sedang menjahit bagian ketiak kemeja Gerald yang sobek. Gerald seperti menganggu Naura hingga perempuan itu tidak fokus. "Bicara saja, Mas. Kenapa pakai nyempil-nyempil si. Kasurnya kan lebar." "Kangen sama kamu. Nanti saya peluk guling kamu cemburu." "Hem, iya. Tapi jangan begini, aku susah jahitnya. Nanti nyucuk tangan lho," kata Naura. "Iya, Sayang." Gerald berpindah posisi. Namun, tetap salah juga. Dia justru meletakkan kepalanya di paha Naura yang diselonjorkan. "Begini, Yang?" tanya Gerald dengan polosnya. "Iya, Sayang. Senyaman kamu ya," ujar Naura memilih mengalah. "Oh ya. Mas mau bicara tentang apa? Kenapa kok pakai segala izin. Serius kah?" tanya Naura bingung. "M

