Sagara menahan lengan Naura saat perempuan itu hendak keluar mengikuti yang lainnya. Naura segera melepas tangan Sagara. Takut, jika ada orang yang melihat mereka. "Kak, jaga batasan." Naura mundur perlahan. "Salah? Aku kan cuma pegang tangan kamu. Kecuali, kalau cium kamu lagi," ujar Sagara dengan entengnya. Naura ingin melangkah lagi. Namun, kembali Sagara menahannya. "Lepas, Kak. Jangan macem-macem," ancam Naura. "Jangan pergi, Ra. Lebih baik, Gerald saja. Di sana juga dia ada yang nunggu. Aku, butuh kamu, Ra." "Kak, cukup. Aku muak sama tingkah kekanak-kanakan Kakak. Yang dibutuhin kakak itu kak Alice bukan aku. Cukup ganggu rumah tangga aku. Kita udah selesai. Jangan terus-terusan duduk di titik yang sama. Move on kak. Hubungan kita toh gak berjalan lama. Harusnya gak buat k

