Kondisi Pandu memang lebih buruk daripada dugaanku. Kak Vina bilang, dua hari lalu kondisi Pandu memburuk. Tubuhnya lemas dan saturasi oksigennya turun di angka 90-an, Kak Vina membantunya cari ambulance dan dia langsung dirawat sejak dua hari lalu. Apa yang aku pikirkan saatmendengar kabar itu? Takut. Jika Pandu yang kupikir bisa pulih cepat saja sekarang harus dirawat, artinya segala kemungkinan dapat terjadi, bahkan kemungkinan terburuk dari yang paling buruk sekalipun. Saat itu juga aku langsung mencetuskan ide kalau aku akan terbang ke Bali secepatnya, Kak Vina sempat melarang karena toh menurutnya tidak ada yang bisa aku lakukan di sana. Dia hanya menyuruhku berdoa untuk kesembuhan Pandu. Namun, aku tidak bisa. Mendoakan kesembuhannya sudah tentu aku lakukan tanpa diminta, meski

