* "Bagaimana keadaan Hamdan setelah kau jenguk?" tanya suamiku yang menelponku malam ini. "Detailnya aku kurang tahu karena aku tidak menjumpainya langsung. Aku hanya lihat lewat jendela kaca dan dia tertidur." "Apa semua urusan administrasi sudah selesai?" "Sudah, aku juga sudah memanggil keluarganya datang." "Oh, syukurlah, aku salut padamu, Sayang." "Kenapa?" "Kau tetap punya kepedulian dan rasa belas kasih di dalam hatimu." "Bukannya kamu yang menasehati saya agar saya membantu?" "Ya betul, dan aku senang kau percaya arahanku." Aku tergelak mendengar jawaban Mas Irsyad, dari seberang sana dia juga ikut tertawa kecil dan menggoda. "Aku merasa khawatir tadi siang takut bahwa pertemuanmu dengan Hamdan akan membuat pria itu semakin jatuh cinta karena kau yang cantik dan juga p

