"Mas kau ada waktu sore nanti tidak?" "Aku selalu punya waktu untukmu memangnya kenapa?" "Uhm, begini, aku punya janji dengan seorang teman, dan Aku ingin kau mengenalnya agar kita menjalin bisnis. Bisakah kau menemaniku bertemu dengannya?" "Laki-laki atau perempuan?"tanya Mas Hamdan dengan alis yang terangkat sebelah seakan-akan dia ingin menunjukkan kecemburuan jika itu memang adalah laki-laki. "Perempuan Mas ..." "Alhamdulillah kalau begitu," jawab Mas Hamdan puas. Usai menandaskan kopi di dalam cangkirnya, suamiku lantas bangkit dan menciumi pipi ini lalu berpamitan untuk pergi bekerja. "Aku harus ke ruko pagi sekali karena ada beberapa paket kargo penting yang harus diawasi pengirimannya." "Iya, hati hati di jalan," jawabku. Karena waktu bergulir begitu cepat dan tidak terasa

