170

1117 Words

Usai mengatakan hal tadi pada Irsyad aku segera naik ke mobil dan meluncur pulang ke rumah kami. Bukan untuk tinggal, tapi mengambil sisa barang dan pakaian yang tertinggal. Kuhentikan mobil tepat di depan rumah, tidak masuk ke garasi karena merasa itu tidak diperlukan, kudorong pagar lalu masuk dari sana. Kunci rumah masih kupegang jadi tinggal kumasukkan ke lubang kunci dan memutarnya maka aksesku akan terbuka. Ketika pintu utama terbuka, aku langsung disambut oleh keadaan rumah yang agak kotor dan berdebu. Hanya ruang tamu yang masih rapi, tapi kelihatan sekali tidak disapu. Aku beralih ke ruang tengah yang cukup berantakan dengan banyaknya tisu berserakan di lantai, buku-buku, selimut dan pakaian Mas Irsyad. Tak kusangka ada hal yang membuatku lebih terbelalak lagi di sana. Seor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD