"Aku tidak peduli dengan harga gelangmu, yang aku perdulikan adalah kehormatan anakku dan bagaimana rasa trauma itu akan membentuknya menjadi pribadi yang penakut dan minder," jawabnya dengan ekspresi wajah yang sangat tegang dan rasanya kulit pipiku melepuh oleh kemarahan. "Panggil polisi Sayang, keluarga ini adalah keluarga kriminal. Anaknya pencuri sementara ibunya adalah wanita bengis yang suka memukuli orang," pinta Maura sambil merajuk manja pada kekasihnya. "Cukup Maura!" bentak Mas Hamdan. "Jaga bicaramu, bahkan kau sendiri tahu persis sifat Raihan seperti apa!" kata Mas hamdan dengan sengit. Dia dan kekasih Maura bersitatap dengan pandangan yang sama sama berkilat. Masing-masing bertahan dengan pendapat dan egonya. "Apakah Anda mengenal para donatur kami?!" tanya guru guru Raih

