"keterlaluan! Hei, hentikan." Pria itu menggelitik perut dan pinggangku, membuatku menggelinjang dan meronta. Jilbabku berantakan juga pakaianku. "Aku sangat mencintaimu dan tak mau kau pergi lagi dari hidupku, jadi mari rujuk dan bersama lagi," jawabnya menjeda kegiatannya. Kodorong dia sekuat tenaga hingga pria itu terangkat dan mundur dariku. "b******n, minggir," balasku sambil membenahi letak jilbab panjangku yang kusut. "Mari mengulang bahagia. Tertawa dan mesra tanpa beban dan gangguan seperti tadi. Berbagi cinta dan romantisme tanpa seorang pun melarang kita." "Dengar ya, aku sedang berusaha menyembuhkan luka hati yang kamu dan Irsyad torehkan. Asal kau tahu ya, tak mudah bangkit dari rasa sakit dan luka," jawabku sambil berkacak pinggang. Aku bangun dari tempat tidur tapi se

