196

1146 Words

Sekian lama waktu berjalan, ada yang kurasakan berubah dan itu adalah keadaan yang kembali tenang seperti dulu kala. Seakan semua ombak dan aral rintangan dalam hidup ini tak pernah terjadi. Seakan Hamdan tak pernah berpoligami, seakan aku dan dia tak pernah bertengkar dan berebut harta, seakan Maura dan Irsyad tak pernah ada dalam hidup kami. Sekarang kemana mereka? Tidak ada kabar sama sekali seakan ditelan bumi. Apakah semuanya sudah bahagia? "Ah, mudah mudahan begitu," gumamku. ** Kupacu mobil dengan kecepatan enam puluh kilometer perjam. Kuarahkan mobil ke ibu kota provinsi yang dulu pernah menjadi tempat pulangku, rumah kedua yang pernah kuharapkan akan bertahan selamanya. Tujuanku berangkat ke kota adalah untuk membeli mesin pertanian baru, menggantikan mesin lama yang sudah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD