150

1388 Words

Tiga hari setelah insiden pengakuan tiba tiba yang tak masuk akal dari Elsa Selviana. Aku dan Mas Irsyad pergi ke desa untuk memeriksa kebun dan mengunjungi orang tuaku. Tidak kudengar ada kabar apapun dari Elsa lagi sehingga kuajak Mas Irsyad untuk pergi bersilaturahmi dan menenagkan diri. Kusiapkan beberapa oleh oleh dan cemilan yang nantinya bisa dibuka dan dinikmati bersama oleh keluarga dan para tetanggaku. Biasanya mereka sangat antusias menyambut hal hal kecil yang kami bawa dari kota, meski itu hanya berupa biskuit atau cemilan murah. "Apa semuanya sudah siap, Sayang?" "Sudah Mas," jawabku. "Kalau begitu ayo berangkat," lanjut Mas Irsyad. "... Apa Raihan dan putri putri kita tidak ikut?" "Dia punya tugas ekstrakulikuler di sekolah barunya Mas. Tanggung kalau ditinggal, ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD