162

1076 Words

Sore itu rasanya aku tidak ingin langsung pulang ke rumah. Hasrat ku ingin kembali ke desa saja daripada kembali ke rumah dan menatap wajah Irsyad yang menyebalkan itu. Namun barang-barang dan pakaianku ada di tempat suamiku yang sekarang ditambah lagi anak-anak masih bersekolah di kota dan mereka tidak bisa libur tanpa alasan. Kupacu mobil dengan perasaan malas, hingga akhirnya kendaraan itu sampai dan berhenti di garasi. Ku suruh anak-anak turun dan masuk terlebih dahulu sementara aku akan memberikan tas dan hal-hal lainnya. Dari mobil kudengar suara Irsyad yang menanyai anak-anak. "Mana Bunda kalian?" "Ada di mobil." "Apakah perjalanannya berjalan lancar?" "Ya, tentu, Om. Semuanya lancar." Tidak lama kemudian irsyad turun, tergopoh-gopoh dia menyambangi diri ini yang sedang membe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD