209

1072 Words

"Jangan bercanda, katakan saja kejutan apa yang sudah kau siapkan untuk kami?" "Kelihatannya kau tidak sabar lagi," ucapnya mengulum senyum. "Bukannya tidak sabar lagi, aku hanya merasa, entahlah ... Seperti ada firasat buruk," jawabku sambil melipat tangan di d**a. "Mau kupanggilkan Maura dan Mas Tio kekasihnya?" "Untuk apa? Kami sudah saling mengenal kok, di acara lamaran adik iparku," jawabku. "Ternyata Tuhan sangat cerdik mengatur segala sesuatu ...." Pria itu nampak menerawang sambil menggumam sendiri. "Maksudnya apa ya?" Tanyaku heran. "DIA mengatur kita agar tetap berada dalam lingkup keluarga yang sama. Kau tetap menikah dengan calon keponakan Maura dan kebetulan aku baru tahu bahwa dia ...." "Kenapa?" Percakapan kami terhenti karena tiba-tiba seorang pria mudah berjas abu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD