Kurasa itu yang jadi pertanyaan banyak orang, tentang kehidupan setelah pernikahan kami, pernikahan janda dua anak dan seorang duda kaya yang cukup terhormat. Ada hal baru ketika ak menjalani biduk rumah tangga dengan tiga orang anak dan mertua yang akhirnya menerima keberadaanku. Ada tantangan tersendiri ketika aku harus menyandang status baru, istri dari pria yang didambakan banyak wanita. Aku bahagia, tentu saja, tapi kadang was was juga, terlebih karena latar belakangku yang miskin dan janda, sementara banyak orang yag menyayangkan mengapa Mas Hamdan mau saja meminangku yang dulu adalah pembantu rumahnya. Hari hari kami berjalan normal, tidak ada yang mencolok atau berlebihan baik itu hubungan atau kemesraan. Pria berhati lembut dengan tutur kata yang selalu santun itu membuatku ma

