153

1293 Words

Tentu saja kami sekeluarga terbelalak dengan apa yang terjadi begitu cepat. Sesegera mungkin aku dan anak-anak turun danencqri ponsel untuk memanggilkan ambulans sementara Mas Irsyad memanjat jendela dan dinding untuk segera turun ke kanopi dan melihat keadaan Elsa. "Segera lakukan sesuatu, Mas." Aku benar benar panik. "Panggilin ambulan ya, Bund, akan kulihat Elsa di sana." Suamiku membalas dengan wajah penuh. Masih kulihat wanita itu dari kaca ketik menuruni tangga, darah segar menyembur dari mulutnya dengan sekali semburan. Aku syok menyaksikan itu dan makin ingin segera memanggil petugas medis. Sepuluh menit kemudian bunyi sirine ambulan terdengar, mobil pasien berwarna putih dengan lis merah itu, langsung menurunkan para medis dan beberapa orang tetangga juga membantu proses eva

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD