"Siapa yang membuatmu kesal sampai ekspresi wajahmu sekesal itu?" tanya Mas Irsyad yang tanpa sengaja melihat ekspresiku menekan keyboard. "Hamdan." "Boleh tidak, jika aku memintamu untuk memblokir nomornya agar kau dan dia tidak lagi saling berhubungan?" "Kalau untuk perhubungan khusus antara laki-laki dan perempuan itu tidak lagi, Mas. paling-paling yang aku bicarakan hanya tentang anak-anak dan keadaan mereka." "Kalau Hamdan ingin menemui anak-anakmu dia bisa langsung mendatangi rumah," balas Mas Irsyad. "Dia harus datang dengan cara mengabariku terlebih dahulu agar situasi nyaman untuk semua orang, aku juga tidak mau dikunjungi di saat waktu yang tidak tepat." Aku tersenyum sambil menghampiri suami dan menepuk pelan pundaknya. "Aku hanya risih, Bund." "Serisih diriku pada Mantan

