Sebenarnya bahagia itu milik siapa? Itu adalah pertanyaan yang tidak pernah ada jawabannya. Memang sang pencipta yang memberikan kesusahan dan kegembiraan namun mengapa aku sulit sekali untuk mencapai kebahagiaan yang sempurna, yakni punya suami yang baik anak-anak yang cerdas dan berprestasi serta rumah yang tentram. Aku memang punya hunian yang besar dan bagus, anak-anakku juga anak-anak yang baik tapi mustahil diri ini terus hidup dalam kesendirian dan sepi. Aku juga manusia yang punya hati dan perasaan, aku juga punya hasrat di mana aku membutuhkan pasangan, aku juga ingin seseorang untuk berbagi dalam suka dan juga. Haruskah aku menyendiri sampai akhir hayatku? Apakah bahagia yang akan kuraih dalam hidupku tidak harus dengan menikah? Mengapa Tuhan memberikan doa kandidat calon jodoh

