Kurasaa saat ini tubuh wanita berumur 22 tahun itu tak mampu menahan beban bobotnya, dia boleh jadi akan tumbang mendengar ucapanku. Wanita bekulit putih bersih dengan wajah bak model Pakistani itu pasti linglung mendapat pukulan jawaban seperti tadi. Terbukti ia diam saja kemudian. Aku tahu, aku tidaklah lebih cantik darinya, dalam hal penampilan dia unggul, tapi, pelayanan, tentu akulah yang pertama dan paling paham tentang kemauan Mas hamdan. "Oke, Maura, jika ini akan membuatmu senang, maka mari akhiri saja," ucapku. "Caranya bagaimana?" jawabnya parau. Kurasa kini tenggorokan wanita itu tersendat kering. "Kita bertemu besok, di kediamanmu, aku akan membawa apa yang kau inginkan." "Tidak usah repot repot!" ucapnya. "Cukup tunggu saja aku!" tegasku. Setelah mematikan ponsel, kut

