PROLOG

188 Words
Hai!  Aku Maura. Sosok mahasiswa jurusan psikiater tahun terakhir yang terjebak dalam lingkup kehidupan yang sama sekali tak ku kenal.  Disini, aku akan menceritakan bagaimana perjalanan kehidupanku setelah aku mulai mengenal mereka.  Dimulai dari pertemuan tak sengaja, menjadi psikiater pribadi, sampai akhirnya menjadi seseorang yang penting dalam kisah ini.  Semua hal memuakkan perlahan terjadi, membuat aku yang sedari dulu menyukai sebuah kesunyian merasakan rasanya di usik oleh seseorang yang sama sekali tak ku kenal.  Aku benci semua hal yang menyangkut tentang mereka.  Karena mereka, aku harus merasakan bagaimana rasanya ramai karena canda dan tawa dari orang yang jarang tertawa.  Semuanya bagaikan boomerang yang selalu mengobrak-abrik hatiku yang selalu tenang.  Aku mulai merasakan bagaimana rasanya sakit karena ditinggal seseorang.  Aku mulai merasakan bagaimana pahitnya perjalanan kehidupan tanpa diselingi kenikmatan yang patut disyukuri.  Aku benci mereka.  Sebab, mereka lah alasan mengapa aku harus terus merasakan bahagia yang selalu aku takutkan akan pergi hilang tanpa kepastian.  Tapi, aku bersyukur. Karena setidaknya, mereka lah alasan aku sampai tiba pada titik ini.  Titik akhir dari sebuah perjuangan yang melelahkan.  Aku berharap, aku, dia, dan kamu akan selalu merasakan bahagia tanpa harus memikul sebuah beban kembali.  Karena kita ...  Pantas hidup bahagia tanpa ada rasa takut kehilangan.  - To be continue Tegal, 26 September 2020
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD