LITTLE VERSION OF ME

553 Words
Little version of me ... Rajendra terdiam sejenak sebelum menekan POST. Salinan surat dari rumah sakit sudah diterimanya, begitu pula jadwal sidang mereka. Satu tahap sudah dilaluinya, satu keping puzzle sudah dipasang. Fotonya bersama Narend dengan ekspresi yang menguatkan kemiripan mereka baru saja di posting, dan disampingnya Iwan menatap dengan wajah serius. " Kamu udah siap dengan ini, Jen ...?" " Ya ... aku udah bicarakan ini sama Andra." Selama ini ia nyaris tidak mengunggah hal pribadi selain hubungan dengan keluarganya dan pekerjaannya. "Aku selalu melihat Andra sebagai orang yang tepat untukmu dari dulu, dia selalu jadi pembela militan setiap kali ada yang menyerangmu. Dia bisa mendekatkan kamu dengan fans dan menarikmu menjauh pada waktunya untuk melindungimu. Tapi tahu tahu dia pergi, dan itu semua jadi tugasku ...." Iwan berlagak mengeluh. Rajendra tertawa ," Kamu dulu yang masang masangin kita .... Rajendra ama Diandra. Sekarang ketambahan Narendra ... keren khan." " Buruan nikah .... usul nama untuk anak perempuan kalian nanti, Kasandra." Iwan tergelak. Terjawab sudah pertanyaan besarnya akan sikap dingin Rajendra selama ini. Sementara mengenai Diandra, gadis yang dikenalnya dulu adalah sosok periang dan mandiri, pemberani dan penuh perhatian. Dan saat ini, dari rangkaian video dan foto Rajendra dan Bram, sosok itu berubah menjadi lebih kalem dan bukan sekedar mandiri tapi tangguh dan keras. " Udah dapat info proses pernikahan disana, Wan ? Andra gak pernah jawab setiap aku menanyakannya." Rajendra menghempaskan tubuhnya disofa. " Sudah, dan sudah aku siapkan semua persyaratannya. Bawa aja pas kesana mau sidang, pengesahannya gak butuh waktu lama kok. Dua minggu kamu disana sudah bisa pulang bawa buku nikah hahahahaha . Tinggal aku nyusun schedule, permintaan wawancara pasti bejibun." Iwan tertawa sambil membuka lemari es dan menegak minuman dingin. “ Bersiaplah adu argumen dengannya saat menentukan wawancara tentang hubungan kami.” Iwan tertawa ,” Kamu masih belum bisa mengalahkannya, Jen ? Dari dulu dia keras kepala, dan setelah apa terjadi beberapa tahun ini, aku sangat yakin dia lebih keras kepala lagi.” “ Tapi kami punya Narend.” ujar Rajendra “ Dan kamu memanfaatkan anakmu untuk mendapatkan ibunya ?” Rajendra mengangkat bahu ,” Apa boleh buat, bagi Andra saat ini Narend adalah segalanya.” “ Dan kamu mengunggah Narend terlebih dahulu, dasar licik .” Iwan membereskan berkas dan memasukkannya kedalam lemari kecil dibelakangnya. Rajendra bersiul menatap ponselnya ," udah rame aja komen di postingan tadi." " Gak heran, apalagi kamu tidak menutup kolom komentar. Apa bakal kamu diamkan dan mereka akan berspekulasi sendiri." Ia membuka tutup mangkuk berisi bakmie yang baru diantarkan beberapa menit lalu. " Setidaknya kali ini orang orang gak perlu mikir berat kalau untuk menebak itu anakku." " Yang dikejar adalah siapa ibunya ?" " Tunggu ... clue itu keluar satu persatu. Aku bakal jawab sendiri pada waktunya." Iwan membuat gerakan seolah mengunci bibirnya. Ia percaya Rajendra punya kemampuan untuk mengatasi keadaan ini. Sebenarnya dia bisa saja mengunggah semua fotonya sepulang liburan kemaren, tapi Rajendra masih menunggu sampai hasil tes DNA keluar. Bukan untuk meyakinkan dirinya atau publik, tapi Iwan yakin Rajendra melakukannya untuk membuat Diandra tak punya alasan untuk mencegahnya mempublikasikan Narend. Dan mengenai keberadaan Diandra, Ia yakin Rajendra akan melakukan hal yang sama. Semua akan di buka perlahan setelah ada kepastian. Ditatapnya ponsel, melihat kehebohan dalam hitungan menit di dunia maya ... bahkan semangkuk bakminya pun belum habis.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD