2 hari yang lalu.. Gunn mengikuti sang Papa atau tuan Tana yang merupakan direktur sekaligus pemilik rumah sakit menuju ruangan yang ada di lantai teratas. selama diperjalanan banyak dokter dan suster yang menyapanya. Gunn hanya tersenyum canggung karena tidak merasa mengenal mereka. reaksi Gunn tidak luput dari perhatian tuan Tana, namun ia tidak mengatakan apapun. setibanya diruangan, tuan Tana duduk disalah satu sofa dan Gunn dudum dihadapannya. "Gunn... apa tidak ada yang ingin kamu katakan pada Papa?" tanya tuan Tana membuka pembicaraan. Gunn meremas kedua tangannya gugup "maaf jika aku pergi tanpa pamit begitu saja, tapi aku tidak ingin kuliah diluar negeri. aku tetap ingin di negara ini, agar bisa bersama phi Tay. aku baru bertemu dengannya beberapa hari, Papa tidak akan memisah

