Jatuh Talak Saat Hamil eps. 9

629 Words
"Sudah lah Mbak, berikan saja Alvin pada kita, biar dia bisa dapat kehidupan yang lebih terjamin," Kalista berucap dengan santai nya, tanpa memikirkan perasaan ku sebagai ibu Alvin,. "Kenapa kamu selalu ingin merebut Alvin dari ku apa karena istri mu itu tak bisa memberi mu anak, sehingga kamu selalu kekeh ingin mengambil Alvin dari ku." ujar ku sambil menunjuk Kalista yang berdiri di samping mas Reza. "Jaga mulut mu Mbak, siapa yang bilang aku tak bisa punya anak," Kalista membentakku mungkin dia tak terima akan ucapanku barusan. "Ada apa ini, kenapa kalian ke sini lagi." ujar bapak yang menyusul ku keluar. "Tak usah membentakku seperti itu, karena memang kenyataan nya kamu sudah tak bisa memberi mas Reza keturunan, dan untuk kamu Mas, kenapa tak menikah lagi saja jika istri mu ini tak bisa mengandung lagi, kan lebih gampang dari pada harus merebut Alvin dari ku, karena sampai mati pun aku tak akan pernah menyerahkan Alvin pada Kalian." ketus ku pada Mas Reza, aku sengaja menyuruh Mas Reza agar menikah lagi agar Kalista merasakan betapa sakitnya aku dulu ketika Mas Reza memiliki menceraikan ku dan menikah dengannya. "Tutup mulutmu, jangan pernah menyuruh suamiku menikah lagi," Kalista yang tak terima dengan ucapan ku, dia melambaikan tangannya ingin menampar ku, tapi aku lebih dulu mencekal tanganya dan mencengkram tangan Kalista dengan kuat, sehingga membuat Kalista meringis kesakitan. "Lepas, lepaskan tangan ku, Mas bantu aku," Kalista merengek meminta bantuan Mas Reza . Dengan sigap Mas Reza melepaskan cengkramanku dari tangan Kalista. "Berani kamu menyakiti Istri ku," Mas Reza memandangku dengan marah, Bug Mas Reza langsung terjungkal akibat pukulan Adam yang tiba-tiba, Kalista menjerit melihat suaminya terjatuh. "Mas Rezaaa, kamu gak papa mas," ujar nya sambil membantu mas Reza berdiri, terlihat sudut bibir mas Reza berdarah akibat terkena pukulan Adam tadi. "Kenapa kamu memukul mas Reza," Kalista membentak Adam dengan sorot mata marah. "Kalau tak ingin di pukul maka jangan pernah kesini lagi, karena jika sampai aku melihat kalian lagi, maka aku pastikan muka suamimu itu akan penuh dengan lebam," ancam Adam dengan serius. Dia memandang Kalista dan Mas Reza dangan mata tajam. Mas Reza yang tak terima hendak memukul Adam tapi Adam bergerak cepat menangkis pukulan mas Reza dan menendang perut Mas Reza hinggal terjengkang kebelakang, aku tersenyum puas kala melihat Mas Reza kesakitan. Rasa sakit yang ia rasakan belum seberapa ketimbang sakit yang aku rasakan dulu. "Cepat pergi," ujar Adam. Mas Reza berdiri di bantu oleh Kalista dan melangkah menuju mobil milik nya. "Aku tak akan menyerah sebelum Alvin berhasil aku dapat kan, " ucap mas Reza sebelum dia masuk, ke dalam mobil. "Aku tak akan pernah menyerahkan Alvin," balas ku dengan kesal. Muak rasanya aku melihat Mas Reza yang begitu bertekat ingin merebut Alvin dari ku. Dulu saja dia menghinaku dan tak mau mengakui Alvin. ** Setelah mas Reza benar-benar pergi, aku dan Adam melangkah masuk, bapak sudah masuk lebih dulu. "Mantan suamimu itu sudah gak waras mbk, malam-malam membuat keributan di rumah orang." celetuk Keysa. "Alvin mana Key," tanya ku karena tak melihat Alvin di atas kasur karpet tempat dia bermain tadi. "Sudah aku tidurin tadi di kamar Mbak," balas Keysa. Setelah mendengar jawaban Keysa aku pun melangkah ke kamar untuk melihat Alvin. Bapak dan ibu mungkin sudah di kamar nya. Karena tak ada di raung tamu tadi. Sedangkan Adam dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Aku memandangi wajah mungil Alvin yang sedang tertidur dengan pulas sambil mengemut bibirnya sendiri, tak terbayang rasanya jika aku sampai berpisah dengan belahan jiwa ku ini. Aku tak akan membiarkan Mas Reza merebut Alvin dariku. "Mama berjanji nak, sekuat apa pun mereka ingin merebut mu, maka mama akan lebih kuat untuk mempertahan kan mu." aku bergumam, lalu membaringkan tubuh lelah ini di samping Alvin. Aku harus mengistirahat tubuh karena besok aku harus kerja lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD