Menyadari kalau kata-katanya mulai berhasil memecahkan cangkang pertahanan Profesor Gerald, pria berwajah hitam itu menyeringai bangga. “Prof, kau terkenal dengan kemampuan medis yang amat luar biasa. Apa kau akan menghancurkan reputasi yang telah kau bangun puluhan tahun begitu saja? Hanya demi sebuah buku catatan yang tak ada sangkut pautnya denganmu?” Pria berwajah hitam itu kembali berkata dengan kejam sambil menimang-nimang pistolnya. Sorot mata kejam pria itu berkilat licik, dia sudah bisa membayangkan keuntungan dan kekuasaan yang akan dia dapatkan, jika dia berhasil menyerahkan buku catatan itu kepada orang yang menyewanya. Selama ini dia dan timnya hanyalah salah satu organisasi pembunuh bayaran yang bekerja sama dengan orang itu. Selama ini, timnya memang tidak pernah menge

