Sinar matahari, yang menyinari kamar Sierra tak terhalang oleh tirai yang tak sempat ditutup olehnya semalam, terjatuh di wajahnya, membuat Sierra perlahan mengerjapkan matanya dan membukanya perlahan. Pemandangan yang terlihat oleh Sierra pertama kali adalah langit-langit kamarnya, sesaat dahinya berkerut kebingungan. Kepalanya yang masih terasa nyeri membuat pandangannya sedikit kabur, dan otaknya kesulitan untuk berpikir. Sierra bahkan tak mampu menggerakkan tubuhnya sedikitpun karena merasa sangat lemah. Sekujur tubuhnya terasa begitu nyeri dan pegal seperti habis terlindas truk semalaman. Semalam….Pria itu…!? Setelah beberapa kali mengerjapkan mata, Sierra tiba-tiba terbelalak sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Matanya mulai berkaca-kaca dan tak lama air matanya men

