Melihat ketiganya, Sierra tertegun sesaat, tak lama rasa kesalnya muncul dan ia hampir tak bisa menahan emosinya saat menatap Daniel. Dengan bersuara rendah dan sedikit emosi ia berkata, “Apa yang kau lakukan disini? Bukankah sudah kubilang kau tidak boleh turun dari tempat tidur?” “Ans tak boleh berhenti berlatih.” Daniel mendongak menatap Sierra, sebenarnya ia menatap dengan kagum wanita di depannya, tetapi entah salah dibagian mana pada saraf wajah dan matanya, yang terlihat adalah ia menatap Sierra seolah-olah dengan pandangan meremehkan. Daniel tak menjawab pertanyaan kedua Sierra dan sepertinya ia pun tak peduli dengan pertanyaan itu. Melihat wajah dan jawaban Daniel, Sierra menggertakkan giginya dan memberikan seringai marah sambil berkata, “Tuan Daniel! Kamu memang hebat, ya!

