Menerima Takdir (18++)

2131 Words

“Obat pereda rasa sakit, tidak bisa diminum seenaknya seperti itu.” Sierra masih berusaha untuk mengangkat tangannya untuk memasukkan obat itu ke mulutnya, yang berujung bibirnya tak sengaja mengecup punggung tangan Daniel. Perasaan gelenyar yang merambat di tubuhnya membuat Daniel tertegun sejenak. Perlahan ia menarik lengan Sierra, membuat tubuh wanita itu melangkah maju dengan tidak sukarela. Daniel mengurung tubuh mungil Sierra dengan kedua tangan besarnya mengelilingi pinggang Sierra. Ia menempelkan dahinya dengan dahi Sierra dan berkata, “Tidak baik mengkonsumsi obat pereda sakit seperti itu.” Suaranya yang berat dan tatapannya yang hangat, membuat Sierra hanya bisa menelan air liurnya sendiri. “Kepalaku sakit.” Cicit Sierra dengan gugup. “Jika, kau kesakitan, aku bisa membantumu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD