“Kau!” Ucapan Caroline jelas sangat berlebihan. Sierra dapat melihat wajah Profesor Gerald yang menghitam penuh kemurkaan, dengan segera ia menyelak percakapan kedua orang ini sebelum terjadi pertumpahan darah lebih lanjut. “Profesor, ada sesuatu yang ingin saya diskusikan.” Sierra sengaja bergeser hingga ke depan Profesor Gerald, menghalangi jalur pandangannya pada sosok Caroline. “Ini mengenai salah satu kejadian di rumah sakit pusat bantuan kemarin.” Meskipun amarahnya belum hilang, tetapi saat Profesor Gerald mendengar kalimat Sierra, perhatiannya teralihkan sebagian. Dia masih dapat menatap pucuk kepala Caroline yang tidak tertutup tubuh Sierra dan hanya bisa menggelengkan kepala tanpa daya. Baru setelahnya, ia berkata kepada Sierra, “Ayo ikut denganku, kita bicara di ruang kerja.

