Tawa Niel

2045 Words

Pelukan Daniel begitu erat, membuat Sierra bisa merasakan bagaimana tubuh besar pria itu sedikit bergetar. Alisnya mengerut menyatu. Daniel gemetar? Kenapa? Apakah dia terluka? Perlahan Sierra mengangkat tangannya yang tidak terluka, dia menarik-narik lembut ujung pakaian Daniel. Membuat pria itu mengangkat wajahnya dari lekuk lembut leher Sierra dan menatap wanita itu dengan tatapan sedikit bingung. “Kau terluka?” Sierra bertanya dengan sorot mata khawatir, yang dijawab dengan gelengan kepala pelan oleh Daniel. “Kenapa?” “Kau gemetar. Apakah ada yang sakit? Dimana? Jangan diam saja kalau kau terluka? Katakan padaku, dimana?” Mata Sierra kembali berkaca-kaca, dengan tangannya yang tidak terluka, ia memeriksa tubuh Daniel mencari tanda-tanda luka atau apapun. Sierra sungguh-sungguh me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD