Walaupun suara Raymond setengah berbisik, seolah dia takut ada yang terganggu. Tetapi, di ruang kabin mobil yang kecil itu, kalimat itu terdengar jelas oleh Sierra, bahkan kata-kata itu terus terngiang di telinga Sierra untuk waktu yang lama. Sierra melirik Raymond yang mengemudi dengan serius. Perubahan suasana itu membuat Sierra merasa canggung. Akhirnya, ia hanya bisa tertawa dan berusaha menyembunyikan ekspresinya. “Hmm… baguslah, kudoakan, semoga kau bisa segera membawa pulang wanita idamanmu itu ya.” Doa itu walaupun terdengar tidak tulus, tetapi tetap berhasil membuat ekspresi Raymond menjadi aneh dan sulit ditebak. Ada sekilas kegembiraan dan harapan disana. Lirikannya bergerak turun dari mata Sierra ke bibirnya, membuat Sierra tidak berani menengok melihat ke arahnya. Senyum

