“Kau tidak punya pilihan.” Daniel melirik ke jam tangannya dan menengok sedikit ke arah sumber suara baling-baling yang terdengar semakin dekat. “Jemputanku sudah tiba. Apa keputusanmu?’ Raut wajah Daniel yang tetap datar dan dingin seperti biasanya, benar-benar membuat Raymond ingin menonjoknya hingga babak-belur. Jemputannya sudah tiba? Aku bisa mendengar suara baling-baling. Apakah ada helikopter yang menjemput Daniel? Jadi, dia pergi bertugas? Bukan pergi dengan Jasmine? Apakah aku salah paham lagi? Sierra mengedipkan matanya beberapa kali saat mendengar Daniel yang hendak pergi. Dengan ragu, Sierra mengangkat kepalanya dan beradu pandang dengan Daniel yang sedang menatapnya dengan dalam. Jantung Sierra mendadak berdebar-debar. Apakah Daniel selalu melihatku seperti ini? Suara a

