“Bos, kenapa kau mengajakku berburu, bukan Nathan?” Marco bertanya pada Daniel dengan hati-hati. Pasalnya meskipun dirinya juga seorang prajurit yang terbiasa memegang senjata, tetapi Nathan adalah ahlinya penembak jitu, jelas kemampuan yang membuat perburuan mereka akan jauh lebih mudah. Daniel melirik sejenak ke arah Marco, lalu dia mengedikkan dagunya ke arah perkampungan yang berada sekitar 2 kilometer di bawah bukit. “Perkirakan berapa banyak bahan peledak yang kau butuhkan untuk meratakan tempat itu.” Daniel menjawab pertanyaan Marco dengan sebuah perintah yang membuat Marco langsung mengerutkan dahi, meskipun belum benar-benar memahami alasan perintah Daniel. Dengan segera, Marco meraih teropong binokularnya dan memperhatikan target yang ditunjuk Daniel. Kepalanya melakukan kalku

