Sierra melihat Jasmine melangkah berkeliling dengan sangat anggun, menyapa ramah setiap orang yang dijumpainya, tetapi dia melewatkan Profesor Gerald begitu saja layaknya orang asing. Sierra menghela nafas lelah. Dia tidak pernah menginginkan semua menjadi seperti ini, tetapi untuk menghilangkan kecemburuan di hati Jasmine, sudah diluar dari kemampuannya. Saat Sierra memusatkan perhatiannya lagi, tiba-tiba saja Jasmine sudah berdiri di hadapannya. Kedekatan Jasmine dengan dirinya, membuat Sierra merasa tidak nyaman, tetapi saat ini dia adalah asisten Daniel, jadi yang dia bisa hanyalah memberikan salam sopan yang langsung dibalas dengan senyuman yang lembut dan elegan dari Jasmine. Harus Sierra akui, jika saja Jasmine tidak dikuasai pikiran penuh dendam dan hati yang iri, wanita itu sehar

