“Lepaskan aku!” Sierra yang baru bangun masih merasa sedikit bingung. Namun, kedua tangan Daniel malah semakin erat memeluk tubuh mungil yang berada di pangkuannya itu. Daniel menundukkan kepala dan menyibakkan rambut panjang Sierra, dia menghirup aroma di lekuk leher Sierra yang harumnya selalu membuatnya candu. “Lepaskan aku, Daniel.” Wajah Sierra memerah, seperti bunga mawar yang baru mekar di pagi hari. Melihat kecantikan alami wanita di hadapannya, Daniel tertergun sesaat. Rontaan Sierra bukannya membuat Daniel meregangkan pelukannya, malah membuat bagian lain di tubuhnya mulai tergoda untuk menegang. “Berhenti bergerak, Sierra, atau kau akan membangunkan yang lain.” Daniel berkata lambat, suaranya berat dan serak, begitu menggelitik di telinga Sierra, Daniel menggigit pelan dau

