“Lepaskan dia!” Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang menggelegar penuh amarah. Sosok mungil seorang wanita bergegas menghampiri Sierra, melewati barisan para mahasiswa yang membuka jalan baginya seperti air laut yang terbelah. Sierra yang sudah hampir kehilangan kesadaran karena menahan sakit, kembali tersadar saat mendengar suara itu. Pegangan Gary pada pergelangan tangannya juga sedikit longgar saat suara itu terdengar. Dengan cepat Sierra mengalihkan pandangannya ke arah suara itu, dan ternyata sosok mungil itu adalah Caroline. Caroline terlihat sangat murka. Dengan gerakan cepat, dia segera mencekik leher Gary. Dengan suara yang terdengar dingin membeku, gadis itu kembali berkata, “Aku bilang lepaskan dia! Apakah kau tuli?” “Gary terbatuk pelan. Wajahnya memerah tak bisa bernapa

