Melihat Sierra yang telah bangkit dari kursinya dan melangkah pergi, Raymond sempat terpana sesaat. Matanya hanya bisa menatap Sierra yang meninggalkannya begitu saja, dia bisa melihat kepala wanita itu terangkat tinggi dengan wajah penuh harga diri. Saat itu juga Raymond merasa ada yang memukul kepalanya dengan keras. Dia lupa, Sierra bukanlah wanita yang biasa ia temukan di klub ataupun wanita-wanita yang biasa melemparkan diri kepadanya begitu saja, wanita yang dikenalnya selama ini tidak akan peduli berapa banyak wanita lain yang menempel padanya, selama dia memberikan fasilitas dan uang kepada mereka, tetapi Sierra jelas berbeda. Dengan cepat, Raymond menepis tangan gadis cantik yang masih saja betah menempel di tubuhnya dan bergegas berdiri ingin mengejar Sierra. “Tuan Muda Raymo

