Jebakan

2482 Words

Mata Sierra yang jernih menatap wajah pasien yang tak mau menatapnya itu. Raut wajah pria itu terlihat sangat muram. Kemudian, Sierra bertanya pada Jasmine, “Apakah dia bisa berbicara?” “Bisa, tetapi daripada bicara dia lebih sering mengamuk.” Jasmine tersenyum lembut dengan sorot mata tajam. Sierra mengangguk dalam diam. Dia kembali wajah Lucas secara mendetail. Wajah pria itu tidak lebih baik dari bagian tubuh lainnya. Wajah pria itu penuh dengan kulit yang terkelupas dan bekas luka yang mengering. Sepasang matanya nyaris tidak dapat terbuka karena dipenuhi kotoran mata yang terlihat lengket mengeras. Tentu saja, paras aslinya sudah tidak terlihat lagi. Pasien tampak sudah tak memiliki semangat hidup. Sierra menghela napas pelan dan berkata padanya dengan lembut. “Halo, namaku Sierra.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD