Bagaikan di dalam mimpi, Jasmine sendiri tidak tahu bagaimana caranya dirinya bisa kembali ke RR Medical Hospital pagi itu. Baru saja kakinya melangkah memasuki lobby, para dokter dan perawat langsung menghadang Jasmine dan mengerubunginya dengan berbagai laporan dan permintaan saran untuk masalah pasien. “Pergi…” Jasmine berkata dengan suara lirih. Sayangnya tak seorangpun yang mendengar suara halusnya. Rekan-rekan Jasmine masih kembali mencecarnya dengan ratusan pertanyaan. “Jangan ganggu aku!” Akhirnya Jasmine meraung keras, membuat semua orang membeku dan terpaku di tempatnya. Jasmine melihat tatapan pias dari dokter dan perawat di sekitarnya. Tanpa memperdulikan apapun lagi, Jasmine mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dan bergegas melangkah menuju kantornya, diikuti tatapan kebingu

