Kamu Bukan Satu-Satunya

2092 Words

Sierra tidak berani menatap wajah Daniel yang terlihat kesal. Daniel hanya menatap ke arah manajer itu dengan raut wajah yang tetap sama dan bibirnya tetap tertutup rapat. Melihat sikap pria itu, Sierra menghela napas lelah, perutnya sudah terasa lapar. Akhirnya tanpa memperdulikan sikap diam Daniel, Sierra menjawab pertanyaan sang manajer. “Ya, untuk tiga orang.” “Baik.” Sang manajer segera mengantarkan mereka menuju ke meja yang terletak di sebelah jendela, sehingga mereka bisa melihat pemandangan di luar yang menarik. Begitu ketiganya sudah duduk di tempat masing - masing, sang manajer segera mengeluarkan menu makanan untuk dipilih oleh ketiganya, sekaligus ia menerangkan tentang kegiatan orang tua-anak yang sedang berlangsung di restoran itu. “Kegiatan orang tua-anak?” Sierra mengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD