Sierra mendelik saat mendengar kata-kata Daniel yang begitu ambigu. Hanya saja bocah kecil itu tak mengerti apa maksud ucapan Ayahnya. Melihat ketiganya yang masih seru bertengkar, Tuan Besar tersenyum dari kejauhan. Dia menarik napas dalam, kali ini dia merasa dirinya dapat pergi dengan tenang. Tuan Besar bisa merasakan ada sesuatu yang berubah, dan perasaannya mengatakan, kali ini semua akan baik-baik saja. “Kalian bertiga semakin lama semakin terlihat seperti sebuah keluarga. Aku lega.” Tuan Besar bergumam sambil berdiri dengan bantuan tongkatnya. Gerakan Sang Kakek, membuat keluarga kecil itu menengok serentak. “Kakek sudah mau pergi? Tidak tinggal dulu untuk makan bersama?” Sierra segera bertanya. Tuan Besar melambaikan tangannya menolak, dari sikapnya, Sierra melihat, Tuan Be

