Melihat wajah marah Daniel, Stenny merasa sangat senang. Ia menatap Sierra dengan jengkel. Di dalam hatinya, Stenny yakin Daniel berada di pihaknya. Ia kembali mencoba memanaskan keadaan dengan berkata, “Dengan susah payah, Jasmine kembali pulang agar ia dapat bersama dengan Tuan Daniel, Tetapi ia malah ditugaskan untuk pergi ke tempat yang jauh dari Tuan, sehingga ia tak dapat merawat Tuan dengan kedua tangannya sendiri. Jasmine merasa serba salah, tapi dia juga menyadari banyak orang yang membutuhkan pertolongannya, makanya ia meminta ku datang kesini. Sebelum datang kemari pun, Jasmine sudah mengingatkanku berkali-kali untuk selalu berada di dekat Tuan Daniel agar dapat menjaga dan merawat Anda dengan baik. Tetapi tidak disangka…” “Cukup!” Daniel membentak Stenny dengan suara yang kera

